Langsung ke konten utama
none

Penggunaan Masker dapat Sepenuhnya Mencegah Penyebaran Virus Corona, Benarkah?

Masker dapat membantu mengurangi risiko tertular infeksi saluran dari mereka yang diketahui membawa virus.

Sejak penyebaran virus corona atau COVID-19 anggota masyarakat di kota-kota di seluruh
dunia telah memakai masker N95 untuk melindungi diri mereka sendiri. Tetapi apakah ini
akan membantu?

Dokter bedah umum di AS telah menggunakan Twitter untuk menghimbau “Ini serius,
BERHENTI BELI MASKER!” Dia terus mengatakan bahwa masker tidak efektif dalam
mencegah penularan COVID-19 tetapi jika penyedia layanan kesehatan tidak bisa
mendapatkan masker untuk merawat pasien yang sakit, yang ada malah hal ini akan
menimbulkan risiko bagi mereka juga (penyedia layanan kesehatan).

Ada bukti bahwa masker dapat membantu mengurangi risiko tertular infeksi saluran
pernapasan dari mereka yang diketahui membawa virus. Ini termasuk petugas kesehatan
dan anggota masyarakat yang merawat orang-orang yang memiliki COVID-19. Masker
direkomendasikan untuk kelompok ini dan juga untuk orang dengan gejala pernapasan atau
yang diduga menderita COVID-19, dan rekomendasi ini untuk melindungi mereka yang
belum tertular. Masker perlu digunakan dengan benar dan DIBUANG setelah dipakai.

Masker N95 tidak direkomendasikan untuk orang sehat, karena harus sering diganti dan
hanya bagi yang sangat membutuhkannya. Mencuci tangan secara teratur dan tidak
menyentuh mulut, hidung, atau mata dengan tangan yang tidak bersih, adalah tindakan
yang lebih penting untuk diambil oleh masyarakat luas.

Dari mana cerita ini berasal?

Penggunaan umum masker yang dikenakan selama wabah penyakit pernapasan sudah
berlangsung selama beberapa waktu, jadi tidak ada satu sumber yang bertanggung jawab
penuh.

Berita media tertentu, seperti  ini  dari outlet berita di Houston Texas memicu pembelian
dengan tajuk “Dokter lokal mengatakan topeng ini mencegah penyebaran coronavirus,
tetapi stok menipis dengan cepat”.

Apa yang mendasari pernyataan ini?

Sebuah tinjauan sistematis Cochrane (studi yang mengumpulkan semua informasi yang
relevan tentang pertanyaan penelitian) dari 2011 menemukan bahwa masker bedah atau
respirator N95 dapat mengurangi penyebaran virus pernapasan, seperti SARS (jenis lain dari
coronavirus). N95 respirator adalah alat pelindung yang lebih cocok yang
memberikan fitting wajah yang sangat ketat dan dapat menyaring lebih dari masker biasa.
Banyak bukti yang tersedia berasal dari petugas kesehatan atau orang lain dalam kontak
dekat dengan orang yang terinfeksi.

Bukti yang tersedia pada saat itu menunjukkan bahwa masker bedah normal tidak kalah
efektif daripada masker N95, yang dapat menjadi tidak nyaman dipakai, mengiritasi kulit,
dan lebih mahal. Ini mengarahkan penulis review untuk menyarankan mereka mungkin
berguna dalam situasi berisiko tinggi saja.

Apa yang sumber terpercaya ungkapkan?

WHO merekomendasikan bahwa jika Anda sehat, Anda hanya perlu mengenakan masker
jika Anda merawat seseorang yang diduga memiliki infeksi COVID-19 guna melindungi diri
Anda sendiri.

Yang penting, WHO menekankan bahwa dalam penggunaan masker, masker tersebut harus
dipakai dan dibuang dengan benar, dan penggunaan masker ini harus ditunjang dengan
kebersihan tangan yang baik agar berpengaruh.

Di AS sendiri, masa yang panik dan memborong masker telah menyebabkan kenaikan harga,
dan kekhawatiran akan kekurangan masker bagi para pekerja kesehatan.

Analisis oleh EIU Healthcare

 
Kutipan

1. Garvin K, Ojeda S. Local doctor says this mask prevents the spread of virus Corona,
but it’s selling out fast.
Click2Houston.com. https://www.click2houston.com/news/local/2020/02/26/local-
doctor-says-this-mask-prevents-the-spread-of-virus Corona-selling-out-fast/ (Diakses
pada 3 Maret, 2020)

Daftar pustaka

1. World Health Organization. virus Corona disease (COVID-19) advice for the public:
When and how to use masks. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-virus Corona-2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks (Diakses pada 3
Maret, 2020)

2. US Food and Drug Adminitration(FDA). Masks and N95
Respirators. https://www.fda.gov/medical-devices/personal-protective-equipment-
infection-control/masks-and-n95-respirators (Diakses pada 3 Maret, 2020)

3. Cramer M, Sheikh H. Surgeon General Urges the Public to Stop Buying Face Masks.
New York Times. https://www.nytimes.com/2020/02/29/health/virus Corona-n95-
face-masks.html?action=click&module=RelatedLinks&pgtype=Article (Diakses pada 3
Maret, 2020)

Info dari Dettol