Langsung ke konten utama
none

Mitos: Vaksin Siap Bulan Depan?

sejumlah artikel yang memberi informasi bahwa sebuah vaksin untuk menangkal virus corona akan tersedia dan mencegah penyebaran COVID-19

Ada sejumlah artikel yang memberi informasi bahwa sebuah vaksin untuk menangkal virus
corona akan tersedia dan mencegah penyebaran COVID-19. Sebagai contoh, otoritas Cina
telah menyatakan bahwa vaksin akan siap pada bulan depan untuk digunakan menghadapi
pandemi ini.

Sebuah perusahaan vaksin mengklaim telah mengirimkan beberapa botol vaksin mRNA
untuk pengujian tahap pertama.

Meskipun berita ini menjanjikan , diperlukan kehati-hatian karena proses pembuatan vaksin
dan pengujian keamanan biasanya sangat menyeluruh.

Terdapat beberapa kriteria keamanan yang harus dipenuhi sebelum vaksin disetujui untuk
penggunaan yang lebih luas. Beberapa vaksin bisa membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun
untuk terbukti aman digunakan, efektif dan agar proses produksinya cukup konsisten untuk
dipasarkan.

Ada beberapa laporan mengenai sejumlah vaksin yang sedang dalam tahap pengembangan
dan vaksin mRNA adalah tipe yang berpotensi. Perkiraan melalui proses yang cepat,
dibutuhkan  waktu 12-18 bulan sebelum vaksin disetujui, diberi lisensi dan digunakan secara
luas untuk menangkal virus corona.

Dari mana cerita ini berasal?

Di Beijing, direktur dari Pusat Pengembangan Teknologi dan Sains dari Komisi Kesehatan
Nasional menyatakan di South China Morning Post bahwa vaksin virus corona akan siap
bulan depan. Beliau mengatakan bahwa vaksin tersebut akan digunakan untuk situasi
darurat dan uji coba klinis, dan delapan institusi di Cina sedang mengerjakan pendekatan
yang berbeda untuk melawan COVID-19. Mereka berharap sudah bisa menyediakan
vaksinnya pada bulan April.

Moderna Therapeutics, sebuah perusahaan bioteknologi AS, telah mengembangkan vaksin
messenger RNA (mRNA) sintetis yang mereka katakan sudah “diserahkan” kepada kepala
pemerintahan AS untuk pengujian.

Apa yang mendasari pernyataan  ini?

Berdasarkan data WHO (12 Maret), pandemi global ini telah menginfeksi lebih dari 130.000
orang dan menewaskan 5000 orang di seluruh dunia.  Kode genetik untuk virus ini telah
dikirimkan melalui email ke berbagai institusi penelitian dengan cepat setelah genom virus
berhasil diketahui. WHO mendukung usaha untuk mengembangkan vaksin tersebut.

Dua pernyataan yang mengatakan bahwa vaksin akan siap dalam beberapa minggu ini
memberikan kegembiraan saat konferensi pers di Gedung Putih pada 2 Maret lalu. Anthony
Fauci, kepala dari Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular memberikan klarifikasi
terhadap pernyataan tersebut bahwa  “Anda belum mendapatkan vaksin. Vaksin sedang
dalam pengujian.”

Vaksin mRNA ini sebelumnya telah diuji  untuk Zika dan telah diproduksi oleh Regeneron
Pharmaceuticals, CureVac, dan Inovio Pharmaceuticals. Mereka telah mendapat penunjukan
jalur cepat dari FDA, artinya akan mendapatkan  persetujuan jika telah terbukti aman dan
efektif. Namun,  kenyataannya adalah teknologi dan vaksin baru ini belum terbukti
berfungsi.

Ini merupakan bidang penelitian yang menarik dan melaju cepat dengan kemajuan yang
tampak menjanjikan. Contohnya, di tahun 2018 sebuah vaksin DNA dilaporkan telah diberi
lisensi di Cina untuk mencegah infeksi avian influenza subtipe H5 pada ayam.

Apa yang sumber terpercaya ungkapkan?

Tinjauan terkini dari Universitas Pennsylvania mengamati kompleksitas dan biaya dari
pembuatan vaksin menunjukkan bahwa persyaratan dari otoritas ini bisa menjadi tantangan
bagi industri pembuatan vaksin. Langkah yang diperlukan untuk memproduksi sebuah
vaksin yang “aman, efektif dan konsisten” dianggap sulit untuk dilakukan s elama siklus
hidup vaksin.

Tinjauan ini juga mengungkapkan  bahwa sebagian besar produsen biasanya memiliki
portofolio vaksin yang mengurangi biaya tetap pembuatan yang tinggi di pasar global,
namun tantangan untuk memproduksi vaksin secara global dapat memperpanjang waktu
yang dibutuhkan untuk mencapai jumlah yang diperlukan. Perkiraan waktu yang
dibutuhkan, fase penelitian dan produksi untuk membawa produk ke rentang pasar
internasional diperkirakan antara lima dan delapan belas tahun.

Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit menyatakan bahwa cara terbaik untuk mencegah
penyakit COVID-19 adalah dengan menghindari terpapar virus tersebut. Tampaknya proses
jalur cepat memungkinkan untuk vaksin virus corona baru diuji coba dalam skala besar awal
tahun depan.

Kutipan

1. South China Morning Post. Progress against coronavirus in China as new cases wane
in epidemic hot zone. March 6
2020. https://www.scmp.com/news/china/society/article/3074032/progress-
against-coronavirus-china-new-cases-wane-epidemic-hot (Diakses pada 11 Maret,
2020)

2. Moderna. Moderna Ships mRNA Vaccine Against Novel Coronavirus (mRNA-1273) for
Phase 1 Study. February 24 2020. https://investors.modernatx.com/news-
releases/news-release-details/moderna-ships-mrna-vaccine-against-novel-
coronavirus-mrna-1273 (Diakses pada 12 Maret, 2020)

Reading list

1. Centers for Disease Control and Prevention. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).
Steps to Prevent Illness. March 10 2020. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-
ncov/about/prevention.html (Diakses pada 12 Maret, 2020)

2. Flotte and Lu. DNA vaccination in 2018: An Update. Human Gene Therapy 29(9).
Published online 17 Sep 2018. https://doi.org/10.1089/hum.2018.29073.trf (Diakses
pada 12 Maret, 2020)

3. MIT Technology Review. A coronavirus vaccine will take at least 18 months-if it
works at all. A fast-track vaccine will be tried on people soon but it used an unproven
technology. March 10, 2020. https://www.technologyreview.com/s/615331/a-
coronavirus-vaccine-will-take-at-least-18-monthsif-it-works-at-all/ (Diakses pada 12
Maret, 2020)

4. Plotkin S, Robinson J, Cunningham G et al. The complexity and cost of vaccine
manufacturing – An overview. Vaccine. 2017 Jul 24; 35(33): 4064–4071.
doi: https://doi.org/10.1016/j.vaccine.2017.06.003 (Diakses pada 12 Maret, 2020)

5. World Health Organization. Daily updates 12
March. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-
2019/situation-reports (Diakses pada 13 Maret, 2020)

Info dari Dettol