Langsung ke konten utama
none

Apakah Virus Corona dapat Ditularkan dari Ibu ke Bayi yang Baru Lahir?

Menyusui di payudara memang melibatkan kontak dekat, sehingga hal ini membawa risiko ibu menularkan infeksi kepada bayi dengan cara ini.

Seiring kasus pertama bayi yang baru lahir dengan virus corona telah dicatat di Inggris, ibu
hamil cenderung khawatir akan tertular virus dan risiko menularkannya ke bayi mereka.

Penelitian awal dalam kelompok kecil terdiri atas sembilan perempuan yang tertular COVID-
19 pada usia kehamilan lanjut di Cina tidak menemukan virus dalam cairan ketuban di
sekitar bayi mereka di dalam rahim atau di dalam darah tali pusat. Setelah lahir, bayi tidak
memiliki virus pada swab test. Para peneliti juga tidak menemukan virus corona pada ASI.
Temuan ini memberikan beberapa jaminan bahwa virus tampaknya tidak ditularkan lewat
cara ini, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hal ini.

Panduan bersama dari beberapa badan nasional Inggris dan masyarakat profesional di
Amerika Serikat mengatakan bahwa risiko utama bayi yang diberi makan oleh ibu dengan
COVID-19 adalah bahwa kontak dekat yang memungkinkan penularan melalui tetesan kecil
dari pernafasan (droplet transmission).

Mereka menguraikan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengurangi risiko ini,
termasuk mencuci tangan sebelum menyentuh bayi, pompa ASI atau botol susu, dan
disarankan menggunakan masker saat menyusui jika tersedia.

Dari mana cerita ini berasal?

Banyak artikel berita telah membahas risiko virus corona pada saat  kehamilan,
mempertanyakan apakah ibu hamil memiliki risiko lebih besar terkena penyakit atau
terkena dampak yang lebih parah, dan apakah menyusui aman bagi bayi dari ibu yang
terinfeksi.

Apa yang mendasari pernyataan ini?

Beberapa infeksi virus, seperti HIV dapat ditularkan dari ibu hamil yang tidak diobati ke bayi
di dalam rahim, atau melalui ASI. Ibu hamil mungkin khawatir tentang apakah ini bisa terjadi
dengan virus corona novel.

Sebuah studi baru-baru ini mengamati 9 ibu hamil dari Wuhan pada trimester ketiga mereka
yang menderita COVID-19. Para peneliti menguji cairan ketuban, ASI, dan darah tali pusat
dari para ibu, dan juga mengusap leher bayi ketika mereka dilahirkan. Semua sampel ini
dinyatakan negatif terhadap virus.

Studi lain menguji plasenta dari 3 perempuan yang terinfeksi, dan juga tidak menemukan
jejak virus. Studi ketiga pada 9 ibu hamil menemukan bahwa semua bayi mereka
(kebanyakan dilahirkan melalui operasi caesar) dites negatif terhadap virus corona.

Satu bayi baru lahir dilaporkan telah terinfeksi virus corona dalam satu hari sejak lahir dari
ibu yang terinfeksi. Namun, tidak jelas apakah infeksi ini ditularkan sebelum kelahiran atau
mungkin ditularkan sesudahnya.

Juga dilaporkan tidak ada bukti penularan di dalam rahim dari virus corona yang
menyebabkan SARS dan MERS selama wabah tersebut.

Temuan awal ini menunjukkan bahwa virus tidak mungkin ditularkan dari ibu hamil yang
terinfeksi ke bayi mereka di dalam rahim, atau melalui ASI. Menyusui di payudara memang
melibatkan kontak dekat, sehingga hal ini membawa risiko ibu menularkan infeksi kepada
bayi dengan cara ini.

Perlu diingat bahwa jumlah ibu hamil dalam studi ini relatif rendah. Diperlukan lebih banyak
penelitian dalam jumlah yang lebih besar dari ibu hamil sebelum kita dapat benar-benar
yakin akan risiko bayi yang baru lahir tertular virus.

Apa yang sumber terpercaya ungkapkan?

Petunjuk  dari beberapa badan nasional Inggris termasuk Royal College of Obstetricians &
Gynecologists dan Centre for Disease Control (CDC) di Amerika Serikat mengatakan bahwa
risiko utama bayi yang diberi  makan oleh ibu yang tertular COVID-19 adalah bahwa kontak
dekat yang dapat memungkinkan penularan melalui tetesan kecil dari pernafasan (droplet
transmission).

Panduan ini merekomendasikan langkah-langkah pencegahan berikut untuk ibu terinfeksi
yang ingin menyusui:

 Cuci tangan sebelum menyentuh bayi, pompa ASI, atau botol susu;
 Hindari batuk atau bersin ketika menyusui
 Jika ada, kenakan masker saat menyusui
 Bersihkan pompa ASI setelah digunakan;
 Pertimbangkan untuk memberikan ASI beku dari orang yang sehat.

Kutipan

1. Redigolo T. virus Corona with a baby: Can I breastfeed while infected with COVID-
19? Express Online. 13 Maret, 2020 
Daftar pustaka

1. Chen H et al. Clinical characteristics and intrauterine vertical transmission potential
of COVID-19 infection in nine pregnant women: a retrospective review of medical
records. The Lancet 2020; 395 (10226): 809-815. 

2. Chen S et al. Pregnant women with new coronavirus infection: a clinical
characteristics and placental pathological analysis of three cases. Zhonghua Bing Li
Xue Za Zhi. 2020 Mar 1;49(0):E005.

3. Rasmussen SA et al. virus Corona Disease 2019 (COVID-19) and Pregnancy: What
obstetricians need to know. (In Press Journal Pre-proof) American Journal of
Obstetrics and Gynecology 2020

4. RCOG, Royal College of Midwives, Royal College of Paediatrics and Child Health,
Public Health England and Health Protection Scotland. virus Corona (COVID-19)
infection and pregnancy. COVID-19 virus infection and pregnancy. 13 Maret, 2020.

5. American College of Obstetricians and Gynaecologists. Practice Advisory: Novel virus
Corona 2019 (COVID-19). 

6. Center for Disease Control. COVID-19 Pregnancy & Breastfeeding, Information about
virus Corona Disease. 2020

Info dari Dettol