Breadcrumbs

Mitos: Sebaiknya Hindari Seks

Beberapa rumor seputar seks dan virus corona beredar di media sosial.

Saat tindakan pencegahan sosial untuk individu yang masih belum diketahui bagaimana dapat menginfeksi dan mulai banyak diselidiki, apakah ada bukti bahwa virus corona dapat ditularkan secara seksual?

Anjuran untuk seseorang yang terisolasi karena COVID-19 sudah jelas mengesampingkan keintiman seksual dengan orang lain. Kesehatan Masyarakat Inggris mengatakan bahwa menghabiskan lebih dari 15 menit berbicara dengan atau dalam jarak dua meter dari orang dengan virus COVID-19, bisa jadi menyebabkan Anda tertular virus, jadi berhubungan seks jelas tidak dibolehkan.

Orang-orang juga khawatir bahwa virus pernapasan ini dapat menular seperti HIV atau Zika. Namun, sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa itu benar. Tampaknya risiko tertular melalui berciuman lebih besar.

Pada saat ini di Inggris, tidak ada alasan untuk tidak melakukan hubungan seks jika Anda mengenal pasangan Anda dengan baik, tidak memiliki gejala, belum melakukan kontak dengan siapa pun dengan virus corona dan tidak dalam isolasi diri karena Anda telah ke negara berisiko tinggi.

Seperti yang dikatakan Dr. Muhammad Munir dari Universitas Lancaster kepada Guardian kemarin, “virus corona sendiri bukanlah penyakit yang ditularkan secara seksual.”

Dari mana cerita ini berasal?

Reuters melaporkan bahwa penjualan kondom telah meningkat di Cina sejak wabah virus corona. Tidak semua kondom digunakan seperti yang Anda pikirkan. Beberapa saluran media melaporkan bahwa orang-orang menggunakan kondom untuk melindungi jari mereka saat menggunakan lift. Cerita semacam itu mungkin bisa menjadi clickbait yang baik tetapi berisiko menyesatkan.

Apa yang mendasari pernyataan ini?

Ketika virus baru muncul, perlu waktu untuk sepenuhnya memahaminya dan bagaimana mereka menyebar, sehingga wajar saja orang khawatir dan ingin mengambil tindakan pencegahan. WHO mengatakan bahwa cara utama penyebaran virus corona baru adalah melalui tetesan yang dihasilkan ketika individu yang terinfeksi batuk atau bersin. Mereka akan terus mencari penelitian yang sedang berlangsung dan membagikan informasi tambahan saat itu muncul.

Kami mengidentifikasi tidak ada penelitian yang relevan tentang apakah semen atau cairan vagina orang dengan COVID-19 mengandung virus corona hidup. Ada beberapa bukti awal bahwa virus dapat ditemukan di dalam tinja, namun risiko tertular virus lewat jalur ini pun masih belum pasti.

Bahkan jika virus corona tidak dapat ditularkan secara seksual, ini tidak berarti bahwa berhubungan seks adalah aktivitas yang bebas risiko. Kontak dekat dan ciuman yang terlibat dalam berhubungan seks memberikan kesempatan bagi virus untuk menyebar melalui tetesan dan air liur. Jadi, jika pasangan Anda memiliki gejala infeksi pernafasan, atau baru-baru ini berkunjung ke daerah berisiko tinggi, atau kontak dengan orang dengan virus corona, Anda mungkin harus berpuas diri dengan bersentuhan siku untuk sementara waktu.

Hindari kontak dekat dengan mereka, termasuk seks.

Anda juga mungkin ingin berhati-hati jika Anda tidak mengenal pasangan Anda dengan baik dan karena itu tidak yakin apakah mereka terinfeksi.

Apa yang sumber terpercaya ungkapkan?

Beberapa sumber daya dari sumber terpercaya seperti WHO memberi nasihat tentang langkah-langkah menjaga jarak sosial apa yang dapat diambil dalam situasi yang berbeda-beda di negara tempat mereka berada.

Penjagaan jarak sosial bertujuan untuk mengurangi kemungkinan infeksi baru dengan mengurangi kontak antara individu ketika penyebaran komunitas melumpuhkan kemampuan untuk menemukan kasus yang mungkin terjadi melalui penelusuran kontak. Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit Eropa (ECDC) menggambarkan beberapa lapisan jaga jarak sosial untuk individu dan kelompok. Tindakan individu termasuk:

  1. Isolasi pada individu yang positif terjangkit atau dicurigai terjangkit
  2. Karantina untuk melindungi orang yang masih sehat
  3. Anjuran untuk menetap di rumah kepada masyarakat luas

Langkah-langkah kelompok termasuk, misalnya, penutupan lembaga pendidikan, dan pembatalan pertemuan massal. Ketika wabah virus corona berlanjut, lebih banyak dari tindakan ini dapat disarankan dan orang-orang harus mengikuti perkembangan terbaru dari pemerintah.

Analisis oleh EIU Healthcare, didukung oleh Reckitt Benckiser

Daftar pustaka

  1. World Health Organization. Coronavirus disease (COVID-19) updates: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019 (Diakses pada 12 Maret, 2020)
  2. Uk Government. Coronavirus (COVID-19) action plan https://www.gov.uk/government/publications/coronavirus-action-plan (Diakses pada 12 Maret, 2020)
  3. How will country-based mitigation measures influence the course of the COVID-19 epidemic? https://www.thelancet.com/action/showPdf?pii=S0140-6736%2820%2930567-5 (Diakses pada 12 Maret, 2020)