Breadcrumbs

Dapatkah botol pakai ulang bisa menyebarkan virus?

Saat semua orang dan berbagai negara  mempersiapkan usaha untuk mengatasi virus corona, berbagai tindakan untuk menghambat penyebaran menjadi hangat diperbincangkan. Contohnya, beberapa orang khawatir botol yang dapat digunakan kembali  (reusable); namun apakah ini perlu dikhawatirkan? 

Karena virus corona ditemukan pada air liur dan lendir, berbagi botol air (atau wadah minum apapun) dengan orang yang terinfeksi dapat menyebarkan virusnya, tapi kemungkinan untuk orang melakukan ini sangatlah kecil. Mungkin akan lebih masuk akal jika menghindari kontaminasi botol (terutama bagian mulut  botol) dari tetesan yang mengandung virus secara langsung bisa dari batuk, bersin, berbagi minum, atau lewat tangan yang kotor.

Saran terbaik untuk meminimalkan risiko penularan terhadap segala jenis penyakit menular adalah menjaga kebersihan yang baik. Ini termasuk dengan tidak berbagi  botol minum dengan orang lain, mencucinya setiap hari, dan rutin mencuci tangan. Orang-orang juga bisa mengisi botol air mereka di rumah jika khawatir untuk menggunakan dispenser air minum untuk umum, walaupun kenyataanya kami belum menemukan bukti bahwa ini menjadi sumber yang signifikan untuk infeksi virus.

Dari mana cerita ini berasal?

Meningkatnya kesadaran tentang kebersihan dan risiko virus corona telah mendorong banyak orang untuk  mempertanyakan kebersihan dan kesehatan berbagai tempat dan benda-benda , termasuk uang tunai, gym, dan botol air pakai ulang.

Apa yang mendasari pernyataan ini?

Dulunya, botol air pakai ulang sempat beberapa kali dipertanyakan kebersihannya. Beberapa penelitian telah menyatakan bahwa botol-botol itu bisa menampung bakteri, namun tidak jelas seberapa sering hal ini terjadi dan dampaknya terhadap kesehatan manusia. Meski penggunaan botol air meningkat akhir-akhir ini, terdapat penelitian kecil mengenai hal ini. Studi-studi yang sudah ada lebih banyak membahas terkait dengan keamanan dari air itu sendiri dan material yang digunakan untuk membuat botol daripada risiko kontaminasi botol dari faktor eksternal.

Walaupun virus seperti virus corona dapat hidup di luar tubuh untuk periode waktu yang pendek, mereka tidak bisa memperbanyak diri di luar tubuh seperti bakteri atau jamur. Jadi virus corona tidak akan “berkembang biak” di botol air Anda. Pengujian pada virus corona lain menyatakan bahwa mereka bisa bertahan pada permukaan antara 2 jam dan 9 hari (tergantung pada faktor tipe permukaan dan kondisinya) jika tidak dibersihkan dengan disinfektan.

Dalam informasinya mengenai penyediaan air di sekolah-sekolah, Badan Kesehatan Masyarakat di Irlandia Utara memberikan tips tentang botol air termasuk:

  • Tidak boleh berbagi botol minum
  • Idealnya, botol harus dari plastik bening
  • Botol air harus dicuci setiap hari menggunakan air sabun hangat, dibilas, dan dibiarkan mengering dalam kondisi terbalik
  • Moncong dari tutup botol olahraga harus dibuka dan disiram selama dibersihkan
  • Bisa juga mencuci botol dalam mesin pencuci piring, dengan botol dan tutupnya terpisah
  • Agen sterilisasi juga bisa digunakan untuk membersihkan wadah dan botol minum

Apa yang sumber terpercaya ungkapkan?

Badan kesehatan masyarakat yang besar seperti World Health Organization dan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) secara khusus belum membuat sebuah panduan tentang botol air pakai ulang selama wabah coronavirus

Dalam hal keamanan air minum itu sendiri, WHO  menyatakan bahwa virus corona belum terdeteksi di persediaan air minum, dan risiko terhadap persediaan air minum sangat rendah. Ini juga memperkuat prinsip-prinsip umumnya tentang air, sanitasi, dan pengelolaan limbah. Hal ini menandakan bahwa membersihkan tangan dengan baik dan sering adalah tindakan paling tepat untuk mencegah penyebaran virus COVID-19.

Kutipan

Torres M. Is it OK to use a reusable water bottle during the Coronavirus outbreak? Huffington Post, 6 March 2020. https://www.huffingtonpost.co.uk/entry/reusable-water-bottle-coronavirus-outbreak_l_5e611e98c5b6bd126b772ce6 (Diakses pada 11 Maret, 2020)

Reading list

  1. Kampf G et al. Persistence of coronaviruses on inanimate surfaces and their inactivation with biocidal agents. Journal of Hospital Infection, Volume 104, Issue 3, 246 – 251. https://www.journalofhospitalinfection.com/article/S0195-6701(20)30046-3/fulltext
  2. Health Promotion Agency for Northern Ireland. School food: Water Provision. 30 January 2009. https://www.publichealth.hscni.net/publications/school-food-essential-guide-and-irish-translation (Diakses pada 11 Maret, 2020)
  3. WHO. Water, sanitation, hygiene and waste management for COVID-19. 3 March 2020. https://www.who.int/publications-detail/water-sanitation-hygiene-and-waste-management-for-covid-19 (Diakses pada 11 Maret, 2020)