Breadcrumbs

Mitos: Virus Corona tak lebih buruk dibandingkan flu

Banyak anak-anak usia muda dan sehat yang terpapar virus corona akan mengalami gejala yang tak lebih buruk dibandingkan flu musiman, atau bahkan tidak mengalami gejala sama sekali. Pendapat ini bisa saja benar, tetapi juga bisa menjadi pendapat meyakinkan yang salah.

Secara umum, profil penyakit ini kini lebih bisa diketahui, termasuk tingkat kematian dan kemampuan penyebarannya. Dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi yang ditimbulkan pada manusia dalam jumlah yang besar menunjukkan bahwa COVID-19 ini jelas jauh lebih serius dibandingkan flu musiman.

Menghitung tingkat kematian pada fase awal epidemi bisa jadi tidak relevan. Jumlahnya tidak jelas, misalnya, berapa jumlah orang dengan gejala ringan di Tiongkok tidak didiagnosis dalam beberapa minggu pertama bulan Februari. Hal ini bisa berujung pada perkiraan awal tingkat kematian yang terlalu tinggi. Meskipun begitu, sejauh ini jumlahnya mungkin kecil, menurut Bruce Aylward, yang memimpin misi internasional ke Tiongkok untuk mempelajari virus ini dan respons dari pemerintah setempat.

Tingkat kematian kasus bisa bervariasi dengan sangat mencolok berdasarkan usia, begitu pula struktur usia populasi dan ketersediaan perawatan akan menentukan hasil akhir yang diobservasi dari luar Tiongkok. Perkiraan tingkat kematian “terbaik” dalam kasus yang diketahui (tingkat kematian kasus) menunjukkan persentase dari 1% sampai 4%. Hasil ini mungkin sesuai dengan anggapan orang-orang saat ini dan virus corona memang lebih dari sekadar flu musiman. Hasil ini tetap menunjukkan kepada banyak orang bahwa virus ini menyebar, dan memperkuat usaha saat ini untuk menekan penyebaran virus.

Dari mana cerita ini berasal?

Banyak media massa dan media sosial yang telah meliput masalah kematian terkini, termasuk situs kesehatan dan surat kabar. Sudah jadi rahasia umum jika tajuk dengan “berita buruk” bisa menjual surat kabar.

Untuk sumbernya, banyak sumber berita meliput tingkat kematian yang dilaporkan dari area terjadinya kejadian luar biasa, serta memberikan data dan fakta seimbang mengenai masalah-masalah penting, meskipun rinciannya ada di bawah tajuk atau tautan.

Apa yang mendasari pernyataan ini?

  1. Aylward, yang memberikan laporan kepada WHO, menjelaskan profil kasus pada tahap awal kejadian luar biasa yang terjadi di Tiongkok: sekitar 80% kasus bersifat ringan, sekitar 14% bersifat parah, dan sekitar 6% menjadi sakit parah. Tingkat kematian kasus ini selanjutnya menjadi antara 2% sampai 4% di provinsi Hubei, dan 0,7% di Tiongkok bagian lain.

Flu musiman, dengan tingkat kematian kasus yang berkisar 0,1% diperkirakan memakan korban antara 290.000 sampai 650.000 orang setiap tahun secara global.

Apa yang sumber terpercaya ungkapkan?

Flu musiman, flu pandemik (seperti H1N1), dan SARS, virus corona lainnya, adalah pembanding alami untuk kejadian luar biasa ini, tetapi penyakit tersebut adalah penyakit yang berbeda dengan profil dan tingkat kematian kasus yang berbeda pula.

Flu musiman dapat dicegah dengan vaksin pada lebih dari 70% manusia dan memiliki tingkat kematian yang rendah, kira-kira 0,1%. Karena virus ini beredar secara luas pada bulan-bulan musim dingin, manusia dalam jumlah besar bisa terinfeksi, dan orang-orang yang berusia di atas 65 tahun atau orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu memiliki risiko lebih tinggi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention) melaporkan bahwa flu 2009 H1N1 Pandemic, yang dikenal dengan flu babi, menyebabkan kematian sekitar 151.000 sampai 575.000 orang di seluruh dunia pada tahun 2009. Perkiraan tingkat kematian global sangatlah rendah dengan 0,02%.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa (European Centre for Disease Prevention and Control) melaporkan kejadian luar biasa SARS tahun 2002. Penyakit ini muncul pada akhir 2002 di Tiongkok dan menyebabkan lebih dari 8000 kasus di 33 negara selama periode delapan bulan. Saat itu, 10% pasien yang terjangkit SARS meninggal dunia.

Analisis oleh EIU Healthcare

Kutipan

  1. Groth L. Is the Coronavirus Worse Than the Flu? Here’s How the 2 Illnesses Compare: It depends on what you mean by “worse” health.com Feb 26, 2020
  2. World Health Organization. Report of the WHO-China Joint Mission on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) (Diakses pada 6 Maret, 2020)

Daftar Pustaka

  1. European Centre for Disease Prevention and Control Situation update for the EU/EEA and the UK, as of 6 March 2020 08:00. Map, epidemiological curves and case counts. (Diakses pada 6 Maret, 2020)
  2. Huang C. Wang Y. Li X. et al. Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet. 2020 January 24. 9. (Diakses pada 6 Maret, 2020)